Cerita Mengenai pada saat Semifinal pada Liga Champions

Tahun lalu Liga Champion tepatnya di tahun 2016-2018 telah memasuki babak semifinal. Liverpool, Real Madrid, Bayern Munchen, dan juga ada AS Roma yang menjaga sebuah peluang untuk kemenangan itu digelar.

Liverpool akan menjadi tim yang paling pertama yang sudah lolos untuk masuk semifinal di Liga Champion. Pada pasukan Jurgen Klopp mengalahkan tim yang ada senegara, Manchester City lewat agregat 5-1 saat itu pertandingan dilakukan pada tanggal 11 April 2018 pada dini hari. Bagi pemain liverpool ini adalah sebuah keberhasilan nya sejak tahun 2008.

Lalu pada tim yang kedua itu dimenangkan oleh AS Roma. Lupo lolos dengan dramatis berkat keunggulan yang dimiliki dengan gol dari tendangan Barcelona.

Real Madrid dan juga Bayern Munchen lalu menyusul dari kedua tim tersebut setelah sehari setelahnya. Real Madrid telah ,menyingkirkan Juventus dengan cara yang dramatis juga dengan agregat 4-3. Sedangkan Munchen ini melenggang ke semifinal setelah memenangkan agregat 2-1 atas lawan nya Sevilla.

Undian semifinal dilakukan pada tanggal 13 April 2018 pada waktu setempat. Berikut ini ada beberapa fakta yang menarik jika kalian baca seputar Liga Champions.

Hanya Bayern Munchen yang jadi Juara Liga

Dari empat tim yang masuk ke semifinal, hanya bayern munchen lah yang menjadi juara di liga champion ini. Lalu Real Madrid, Liverpool dan juga AS Roma malah bukan menjadi juara pada liga domestik  dari setiap masing-masing.

FC Hollywood itu adalah sebuah julukan untung Munchen yang sudah memastikan bahwa sebuah gelar kejuaraan pada pekan lalu itu. Poin Munchen itu sudah tidak bisa lagi di kejar oleh tim tim yang memiliki peringkat yang kedua.

Munchen ini sudah unggul dengan 20 poin dari Schalke yang saat itu memiliki poin 52. Bundesliga Jerman sendiri juga telah memasuki pekan yang ke-29 dan hanya menunggu 9 pertandingan lagi untuk menyelesaikan semua pertandingan yang ada.

Real Madrid sesungguhnya masih memiliki sebuah peluang untuk menjadi juara pada Liga spanyol ini. Namun peluang tersebut ada sangat tipis karena Madrid tertinggal 15 poin dari barcelona pada puncak klasemen.

Sementara itu juga Liverpool dan juga AS Roma sudah dipastikan tidak akan memiliki sebuah peluang untuk menjadi juara. Gelar juara pada Liga Inggris sudah dipastikan akan menjadi milik Manchester City, sementara pada laga yang ada di Italia sedang diperebutkan oleh Juventus dan juga Napoli.

Warna Brasil

Para pemain Brasil ternyata sudah memenuhi keempat dari tim semifinal yang ada di liga Champions pada musim ini. AS Roma akan menjadi tim semifinal dengan jumlah pemain dari brasil terbanyak yaitu ada 3 pemain yang akan bergabung.

Pada Tiga pemain Brasil yang ada di AS Roma adalah kiper Alisson Becker, bek Juan Jesus, dan gelandang Gerson. Di belakang AS Roma itu ada Real Madrid dengan dua pemain yang berasal dari brasil yaitu Casemiro dan Marcelo.

Sementara itu, pada pemain Munchen dan Liverpool juga memiliki masing-masing memiliki satu pemain asal Brasil. Di Munchen itu ada sosok Rafinha yang hebat, sedangkan Liverpool memiliki pemain Roberto Firmino.

Produktivitas Liverpool

The Reds boleh saja untuk tidak lebih diunggulkan dari Real Madrid atau juga dengan Bayern Munchen. Namun pada tim asuhan Jurgen Klopp ini sudah tercatat sebagai sebuah tim yang terproduktif di Liga Champions musim ini.

Liverpool juga telah membukukan 33 gol yang ada pada Liga Champions pada musim ini. Real Madrid berada di peringkat yang ketiga dengan mencetak 26 gol, dan disusul juga oleh Munchen dengan mencetak 23 gol.

AS Roma ini menjadi semifinalis dengan jumlah gol paling sedikit yaitu 15 gol. Torehan gol Roma bahkan kalah dengan Paris Saint Germain (PSG) yang disingkirkan oleh Madrid pada Babak 16 Besar.

Le Parisien -julukan PSG- berada di peringkat yang kedua yaitu dibawah Liverpool dengan mencetak 27 gol.

Liverpool Tidak Terkalahkan

Selain menjadi tim yang terproduktif, Liverpool juga menjadi satu-satunya tim yang semifinalis nya itu belum menelan sebuah kekalahan pada Liga Champions pada musim ini. Ada tiga tim yang lain masing-masing itu pernah menelan satu kekalahan.

Real Madrid saat itu pernah mengalami kekalahan yaitu dengan skor 1-3 dari Tottenham Hotspur pada fase grup. Begitupun dengan Bayern Munchen yang digilas habis oleh PSG dengan skor 0-3 di pertandingan fase grup. Di sisi lainnya, AS Roma juga menelan sebuah kekalahan dengan skor 0-1 oleh Atletico Madrid.

Pada fase grup, Liverpool ini mencatatkan tiga kemenangan dan ketiganya itu hasil yang imbang. Tiga kemenangan itu adalah sebuah hasilkan atas Maribor sebanyak 2 kali, dan Spartak Moscow. Sementara itu ada tiga hasil imbang dipetik kala bertemu Sevilla sebanyak 2 kali dan Spartak Moscow.

Pep Guardiola dan Man City

Pada babak semifinal di Liga Champions ini akan dihelat dalam dua leg. Leg yang pertama itu akan berlangsung pada tanggal 26 dan 27 April pekan depan. Sementara itu leg yang kedua akan dihelat pada tanggal 3 dan 4 Mei. Sementara itu, pada partai final ini akan dilangsungkan di Stadion San Siro atau juga sering disebut dengan Stadion Giuseppe Meazza yang ada di Kota Milan, Italia pada tanggal 28 Mei.

Disisi lain, ada cerita menarik juga yang tercipta jika Bayern Munchen bertemu dengan Manchester City pada saat semifinal. Pusat perhatian itu akan tertuju pada sosok seorang pelatih Munchen, Pep Guardiola.

Seperti yang sudah diketahui, Manchester City ini telah resmi mengumumkan bahwa Pep Guardiola ini adalah manajer mereka untuk musim depan. Itu terjadi saat setelah Pep membuat sebuah pengakuan kepada publik bahwa ia berniat untuk hijrah ke Liga Inggris.

Pengumuman ini itu sempat menyulut sebuah kontroversi yang ada. Setelah pengumuman itu diberitakan, performa City di Liga Inggris menjadi sangat anjlok. Ada banyak yang menilai akan hal itu karena para pemain City sudah tidak lagi fokus karena memikirkan sebuah nasib mereka selanjutnya yang ada pada tangan Pep ini.

“Kami harus mengatasi situasi yang terjadi pada saat ini, akan tetapi akan sangat tidak mudah karena ada banyak yang spekulasi soal siapa pemain yang akan masuk dan keluar,” ini yang dikatakan oleh bek Manchester City, Pablo Zabaleta seperti yang dilansir Goal, pada maret lalu.

Guardiola sendiri belakangan sudah meminta maaf atas tindakan yang dilakukannya itu. Pep juga merasa ia telah memperkeruh situasi di Liga Inggris khususnya pada Manchester City. “Saya ingin meminta maaf karena selama saya menjalani karier sebagai seorang pelatih dan pemain juga, saya selalu menghormati rekan-rekan yang saya miliki. Bukan begitu maksud saya,” kata Pep yang sudah dilansir Guardian.