Pemain yang Memenangkan Trofi Liga Champions Berturut

Liga Champions yang dimana sekarang ini sendiri telah menjadi salah satu yang juga menjadi sebuah kompetisi yang dimana paling bergengsi yang ada di sepak bola Eropa selama lebih dari enam dekade. Setiap pesepak bola yang dimana pastinya mereka akan bermimpi untuk dapat bermain di kompetisi ini. Liga Champions yang dimana juga tidak hanya menawarkan sebuah beberapa keuntungan yang ada di dalam finansial yang dimana sangat menggiurkan. Tetapi, juga untuk pengalaman tentang bermain tentang sepak bola di sebuah level yang dimana juga paling tinggi. Banyak juga pemain luar yang dimana juga pada biasa yang dimana juga bermain di daftar sbobet88 dalam sebuah kompetisi ini juga selama bertahun-tahun.

Pemain yang Memenangkan Trofi Liga Champions Berturut

Mereka yang dimana juga untuk memberikan pertunjukkan yang juga tidak akan pernah bisa untuk dapat dilupakan. Namun, juga hanya sedikit yang ada dari mereka yang dimana juga dapat mengangkat sebuah trofi dari Liga Champions. Hanya dalam beberapa pemain yang dimana jua bisa memenangkan sebuah trofi yang dimana juga sangat bergengsi tersebut secara berurutan namun dalam klub yang berbeda. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa pemain yang memenangkan trofi Champions secara berurutan yang dimana sudah kami rangkum dalam artikel di bawah ini.  Penasaran siapa saja pemain 

Marcel Desailly ( Marseille & AC Milan)

Marcel Desailly  dimana dirinya adalah pemain yang bermain dalam skuad Marseille yang dimana  terkenal sudah dapat mengalahkan AC Milan dengan nilai 1-0 di final Liga Champions pada tahun 1993. Menariknya,  Marcel Desailly adalah salah satu pemain yang bergabung dengan Rossoneri untuk sebuah musim berikutnya. Gelandang yang berasal dari Perancis itu  juga merupakan pemaian yang kemudian langsung mendapat tempat di lini tengah  di club AC Milan. Desailly yang juga  mencetak gol saat Rossoneri dengan menang 4-0 atas di Barcelona di  dalam final Liga Champions pada tahun 1994.

Faktanya, Desailly adalah sendiri adalah seorang pemain pertama  yang dimana namanya sendiri ada dalam sejarah sebagai orang yang telah berhasil untuk dapat  memenangkan Liga Champions yaitu dua kali berturut-turut dengan menggunakan dua klub berbeda. Setelah memenangkan dua gelar Serie A bersama  dengan klub AC Milan, Desailly sendiri yang dimana dirinya diketahui menjadi salah seorang pemain yang bergabung dengan Chelsea yaitu pada 1998. Dia juga mengadopsi pemain defensif yang ada dalam sentral di Stamford Bridge, sambil dirinya juga menjadi seorang kapten dan juga dirinya yang dapat memenangkan Piala FA pada 2000. Marcel Desailly yang kemudian pensiun pada 2005 setelah dirinya bermain semusim di Qatar. 

Paulo Sousa ( Juventus & Borussia Dortmund)

Paulo Sousa juga menjadi pemaian yang juga sudah berhasil memangakan dan membawa club nya sebagai pemegan trofi Liga Champions secara berturut. Paulo Sousa  yang dimana dirinya telah menjadi pemain yang dapat memenangkan trofi dari ajang Liga Champions secara berturut-turut  yang dimana dirinya berada antara 1996 dan juga tahun 1997. Mantan pemain Timnas Portugal itu  juga yang dimana menjadi salah satu permainan pertama kali yang sudah berhasil  mengangkat trofi bergengsi tersebut bersama  dengan klub Juventus. Sousa  yang dimana pada saat itu menjadi salah satu pemain  yang dimana dirinya berhasil membawa Juventus sendiri untuk dapat mengalahkan Ajax yang dimana hal ini sendiri di menakan melalui adu penalti  yang ada dalam laga final di Roma, di Italia.

Paulo Sousa yang kemudian pindah ke Borussia Dortmund dengan sebuah biaya transfer  pada saat itu 3,60 juta euro. Meski sempat kesulitan  pada saat di awal musim, Paulo Sousa yang kemudian akhirnya mampu tampil solid bersama  dengan Dortmund. Dan yang terpenting di final Liga Champions pada saat melawan Dortmund. Paulo Sousa yang  bermain 90 menit penuh  pada saat Dortmund mengalahkan Juventus pada saat berada di final Liga Champions. Dimana Pada saat itu juga adalah trofi Liga Champions pertama untuk Dortmund. Sousa  yang dimana saat ini sudah pensiun dan dirinya sekarang ini melatih Bordeaux di Ligue 1 Prancis.

Gerard Pique (Manchester United & Barcelona)

Gerard Pique  dimana dirinya yang merupakan Bek andalan club Barcelona ini  yang dimana dirinya juga pernah menjalani dan juga dirinya yang juga menjadi pemain Akademi Barcelona yaitu pada 1997-2004 lalu pada saat hengkang ke Manchester United. Pada tahun 2008, Pique  yang dimana pada saat itu dirinya kembali ke Barcelona dan mengisi pertahanan pada skuad Blaugrana hingga pada sekarang. Baru keluar dari sebuah akademi muda Barcelona, ​Gerard ​Pique yang kemudian pada saat itu menandatangani kontrak dengan Manchester United (MU) yang pada kesepakatan  itu di bayar € 5,25 juta. Itu bayaran yang memang cukup besar, mengingat  pada saat itu Gerard Pique sendiri yang dimana usianya baru 17 tahun saat itu. Tetapi, Pique yang kemudian gagal mendapat tempat di skuat di utama MU.

Manajer MU Sir Alex Ferguson yang dimana pada saat itu lebih percaya kepada dua bek tengah andalannya, di isi oleh Rio Ferdinand dan juga  Nemanja Vidic. Meski tak bermain saat MU mengalahkan tim Chelsea di final Liga Champions 2008, Pique sendiri yang dimana menjadi pemain yang berhasil mendapatkan medali pemenang pada saat itu. Gerard Pique yang pada saat itu dirinya yang kembali ke Barcelona pada tahun berikutnya dan pada saat itu juga langsung menjadi pemain reguler di bawah pep Guardiola. Gerard Pique yang dimamna kemudian dirinya memainkan perbandingan penuh dalam kemenangan Barcelona 2-0 atas MU yang ada di final Liga Champions 2009. Gerard Pique yang dimana juga menjadi salah satu yang telah memenangkan empat trafo pada Liga Champions. 

Samuel Eto’o (Barcelona & Inter Milan)

Samuel Eto’o Pira yang dimana  Samuel Eto’o sendiri adalah pemain yang berusia 39 tahun ini adalah permainan yang sebelumnya disingkirkan oleh Guardiola dari Barcelona setelah bermain dalam lima musim di sana. Lalu pemain asal Kamerun itu yang kemudian pindah ke Inter Milan dan  dimana pada saat dirinya di tim tersebut dimana dirinya langsung meraih treble winners  yang ada bersama Mourinho. Samuel Eto’o yang juga dianggap salah satu pemain Afrika terbesar sepanjang masa.  Samuel Eto’o yang dimana dirinya sendiri pertama kali datang ke Eropa melalui skuat muda yang ada di Real Madrid sebelum dirinya menikmati gol  yang ada dan juga musim yang sarat trofi dengan Barcelona yaitu antara 2004 dan juga  2009. Eto’o yang dimana berhasil mencetak 130 gol untuk Blaugrana yang pada saat itu hanya dalam 199 penampilan di dalam semua kompetisi. Selain itu, 

Samuel Eto’o sendiri yang juga sempat membantu klub Catalan memenangkan delapan trofi, termasuk juga yang ada dalam tiga gelar La Liga Spanyol dan juga dua mahkota yang ada dalam Liga Champions. Eto’o  yang dimana berhasil mencetak gol di dalam kedua final Liga Champions untuk Blaugrana dengan  sebuah gol pembuka pada menit ke-10 pada saat itu ketika melawan Manchester United pada tahun 2009. Sukses itu membawa tim asuhan dari Pep Guardiola ini berada di jalur menuju treble winner yang sangat luar biasa.

Demikian itulah beberapa pemain yang sudah berhasil membawa tim mereka yang berbeda dan pemaian yang menang dalam Liga Champions secara berturut. Dimana walaupun para pemain-pemain  tersebut memenangkan liga tersebut dengan tim yang berbeda-beda, namun keahlian mereka tentunya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Semoga informasi ini dapat memberikan informasi untuk anda. Terimakasih. 

Pemain Terbaik di Penyisihan Liga Champions 

Fase grup Liga Champions 2019-2020 yang sekarang ini telah usai. Sebanyak 16 tim yang dimana juga sudah dapat memastikan diri sebagai lolos ke fase knock-out. Sejumlah pemain yang dimana juga mampu tampil untuk memukau meski gagal membawa sebuah klubnya lolos. Kejutan yang dimana juga terjadi ketika dua tim yang dimana ada di dalam Serie A Italia, Napoli dan juga Atalanta serta wakil dari La Liga Spanyol, yang dimana di selenggarakan di Valencia yang dimana juga mampu  untuk dapat ‘lolos dari sebuah lubang jarum’. Sebaliknya, juga dimana tentang kegagalan Inter Milan lolos ke dalam 16 besar Liga Champions juga  dimana menjadi salah satu hal yang juga cukup mengerutkan dahi. Musim ini sendiri yang dimana juga muncul beberapa dari nama ahyar yang dimana juga dapat membuat penikmat dari sepak bola berdecak kagum.

Pemain Terbaik di Penyisihan Liga Champions 

Erling Barut Haaland, yang dimana juga menjadi salah satu pemain remaja yang dimana dirinya juga menjadi salah satu pemain yang memang sensasional milik tim RB Salzburg  yang dimana merebut hati publik berkat sebuah penampilan mereka  impresifnya sepanjang babak grup dengan sebuah ledakan delapan golnya. Selain Haaland, ada juga nama Rodrygo, striker  yang dimana juga muda untuk serbabisa Real Madrid yang dimana juga menjadi salah satu sukses yang dimana juga menjadi salah satu hal yang juga dapat melesakkan empat gol dan juga dua assist dari empat pertandingan. Ia juga mendapatkan sebuah dua kali gelar man of the match  yang dimana tim ini sendiri ada dari perangkat pertandingan.

Striker Juventus, yaitu Cristiano Ronaldo, yang dimana juga merupakan pemain yang juga justru tampil melempem di Liga ini. Diprediksi bakal bersaing ketat  yang ada di daftar top scorer, performanya  ternyata malah menurun dan juga dirinya yang juga  baru mencetak dua gol saja dari enam kali pertandingan yang ada. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa pemain terbaik yang ada di dalam Liga Champions dari beberapa peran pemain yang ada di dalam permainan Liga Champions. 

Kiper

Keylor Navas

Minimnya gol yang dimana bersarang di gawang Paris Saint-Germain yang dimana juga menjadi salah satu yang tak lepas dari sebuah performa menawan Keylor Navas, berdasarkan sebuah statistik yang dihimpun Whoscored, kiper Puerto Rico yang dimana telah melakukan 13 penyelamatan atau 2.6 kali per pertandingan. Navas bermain sebanyak lima kali yang ada di babak grup, Ia baru yang dimana juga kebobolan hanya dua kali dan juga tingkat dan juga sebuah keberhasilan dengan menggagalkan sebuah peluang  dari lawan yang dimana juga mencapai 87,5 persen.

Pemain Bertahan

Nicolas Tagliafico

Peran Nicolas Tagliafico yang dimana juga menjadi salah satu hal yang bersama dengan Ajax Amsterdam tak tergantikan, ia bermain pada seluruh pertandingan yang dimana dijalani klub dengan torehan satu gol dan satu assist. Rata-rata setiap pertandingan, ia  yang dimana dalam Liga Champions yang dimana juga dapat memenangi 2.2 duel udara. Untuk tim yang dimana gagal lolos ke babak dari 16 besar, peran Tagliafico yang cukup vital tersebut juga akan dapat melihat sebuah persentase passing suksesnya yang dimana dapat mencapai 79.8%, lumayan besar untuk seorang bek.

Kalidou Koulibaly

Meski Napoli tengah dilanda sebuah kisruh dan juga sebuah performa mereka menurun di pentas Serie A, penampilannya di panggung Liga Champions yang juga jauh lebih baik. Memang, perjalanan Napoli di babak grup tidak untuk mulus. Akan dapat tetapi, dari sebuah enam tim yang dimana kebobolan di bawah lima gol, Napoli adalah satu di antaranya. Kalidou Koulibaly yang dimana juga dapat menjadi seorang pemain paling untuk berpengaruh.  Dalam melakukan sebuah intersep sebanyak sembilan kali, dan juga dari 21 tekelnya, 13 yang dimana juga dapat berhasil untuk dapat mengenai sasaran.

Benjamin Pavard

Bayern Munchen yang dimana menjadi tak perlu menunggu lama untuk kembali mendapatkan bek kanan handal sepeninggalan Philipp Lahm atau Bixente Lizarazu. Mereka yang dimana sudah memilikinya yaitu atas nama Benjamin Pavard. Pavard  sendiri yang dikenal tidak hanya pawai membantu sebuah menyerang, namun dirinya juga diketahui sebagai salah seorang pemain yang juga memang serba bisa. Bek asal Prancis itu yang dimana juga menjadi salah satu yang juga berposisi di tengah maupun juga di kiri, meski posisi aslinya adalah bek kanan.

Gelandang

Kylian Mbappe

Entah apa istilah yang sangat tepat untuk dapat menggambarkan Kylian Mbappe. Walau dirinya sendiri yang  cuma bermain sebanyak tiga kali, winger muda ini yang dimana juga penampilannya di Liga Champions yang dimana diketahui sanggup memberikan sebuah kontribusi  yang nyata bat Paris Saint-Germain. Tiga assist dan juga lima gol yang dimana hal ini menjadi sebuah pembuktian mantan pemain AS Monaco itu dimana selama dirinya berada di fase grup Liga Champions.

Toni Kroos

Gelandang Real Madrid ini yang dimana juga menjadi salah satu pemain yang juga dikenal sebagai pemain dengan sebuah passing yang dimana juga dapat memanjakan. Selama babak grup, ia juga menjadi total yang mencatatkan 93.3% passing sukses. Toni Kroos yang dimana dirinya juga menjadi salah satu pemain yang juga di dalam Liga Champions dirinya berhasil untuk dapat merasakan satu gol dan juga satu assist dari lima kali pertandingan yang ada di dalam babak grup. Hal itu juga menjadi salah satu yang juga dapat menandakan bahwa ia sendiri juga cukup menjadi oemaian yang biasa di anda;lakukan ketika lini serang Madrid menemui sebuah jalan buntu. 

Thiago Alcantara

Sama seperti Kroos, dimana keunggulan Thiago adalah sebuah passing matangnya  yang dilakukan atau yang ditujukan kepada rekannya. Ia juga dimana menjadi salah satu pemain yang juga handal dalam memberikan sebuah komando di lini tengah. Akurasi dan juga umpannya, yang dimana juga  berdasarkan whoscored, memang juga tidak secanggih Kroos. Akan tetapi, gelandang yang juga merupakan asal Spanyol itu  juga menjadi pemain yang mampu mencatatkan dua assist.

Riyad Mahrez

Bisa jadi, Riyad Mahrez yang dimana adalah pemain yang juga paling underrated di Eropa. Kemilau dari bintang di Manchester City yang dimana dirinya  seakan membuat orang lupa kalau Mahrez sendiri bermain di sana dan juga memiliki sebuah peran penting. Bersama Hakim Ziyech atau (Ajax), Mahrez  yang dimana adalah pemain yang mencetak assist terbanyak dalam fase grup Liga Champions dengan sebuah koleksi empat assist. Koleksinya yang dimana juga bisa bertambah karena City yang sudah lolos fase knock-out Liga Champions.

Itulah beberapa pemain yang ada di setiap peran penting di Liga Champions yang dimana bermain di Liga Champions 2019-2020 melakukan banyak aski terbaik di dalam tim nya. Mereka bermain dengan bagus dan menjadikan nama mereka masuk ke dalam pemain yang masuk ke dalam pemaian Liga Champions terbaik musim ini. 

Mitos Kutukan Liga Champions Eropa

Sebagai salah satu dari kompetisi yang bersaing dengan antar klub dunia yang umumnya merupakan klub atau tim yang menjadi klub berkelas dunia. Liga Champions sendiri adalah salah satu ajang pertandingan untuk dapat memperebutkan sebuah Liga Champions yang merupakan salah satu ajang sepakbola bergengsi yang ada di dunia. Liga Champions sendiri diikuti beberapa klub-klub sepak bola besar yang ada di kawasan Eropa. Dimana Liga Champions sendiri juga menjadi salah satu hal yang dilakukan setiap musim. Liga Champions Eropa sendiri yang memang seakan tak pernah menjadi acara atau kejuaraan yang akan kehabisan dalam cerita.

Bertemunya dimana ada 32 tim joker123 terbaik yang ada di Eropa, hal tersebut juga yang dimana membuat Liga Champions sendiri adalah salah satu kejuaran yang tidak ada satupun laga yang dimana laga tersebut mampu dengan mudah untuk ditebak hasilnya pada akhir. Bahkan, dimana juga tak jarang klub-klub yang raksasa yang dimana biasanya club itu sendiri sudah punya sebuah nama besar, harus menjadi tumbang saat mereka berhadapan dengan beberapa klub-klub yang merupakan grup non unggulan.

Mitos Kutukan Liga Champions Eropa

Namun Liga Champions Eropa sendiri dimana bukan sebuah ajang sepak bola yang bukan melulu soal menang atau juga kalah. Mitos angkernya trofi juara Liga Champions yang juga seakan menambah derasnya beberapa nafsu yang digunakan untuk para peserta untuk dapat bisa ikut mengangkatnya. Ya, sejak format yang dimana sangat anyar untuk dapat digulirkan yaitu pada edisi 1993/1994, belum ada nya juga satupun klub yang dimana juga mampu memecahkan sebuah misteri trofi dari Liga Champions Eropa.

Kabarnya, yang dimana dalam Liga Champions sendri ada sebuah kutukan yang dimana kutukan ini sendiri membuat semua klub peserta yang juga tidak akan mampu untuk dapat memenangkan sebuah trofi dari Liga Champions Eropa yang ada di dalam dua musim berturut-turut. Dan luar biasanya, hingga saat ini juga tidak ada satupun klub yang dimana mereka mampu untuk dapat melakukannya. Untuk itu bagi banyak klub sendiri dan juga para pemain yang profesional yang dimana mereka tercatat di dalam buku sejarang yang ada di dalam Liga Champions Eropa

Berikut catatan rekor yang berhasil dicetak dalam Liga Champions Eropa:

Lionel Messi dan juga Cristiano Ronaldo

Lionel Messi dan juga Cristiano Ronaldo yang dimana saat ini mereka sendiri menjadi salah satu pemain yang dimana mereka sendiri berhasil mengoleksi sebuah gol yang dimana mereka sendiri menjadi pemain yang paling banyak namanya disebut di sepanjang Liga Champions Eropa yang ke 75. Meski mereka sendiri masing-masing pemain dengan jumlah gol yang sama, namun Messi sendiri lebih berhak menempati posisi puncak dalam buku catatan sejarah yang ada di dalam Liga Champions karna pada saat itu Messi sendiri berhasil mengumpulkan 75 gol dimana hal tersebut berhasil diperoleh oleh Messi dengan mengikuti 93 kali penampilan di dalam Liga Champions. Sedangkan dimana untuk Cristiano Ronaldo sendiri yang dimana dirinya sudah berhasil untuk dapat mengumpulkan 75 gol yang dimana dirinya sendiri sudah berhasil melakoni 111 pertandingan di dalam Liga Champions Eropa tersebut.

Clarence Seedorf

Clarence Seedorf yang dimana dirinya adalah satu-satunya pemain yang yang pernah mengangkat sebuah tofi dari ajang Liga Champions Eropa yang dimana dirinya bersama tiga klub yang berbeda Ajax 1995, Real Madrid 1998, dan juga AC Milan 2003,2007. 

Bob Paisley

Bob Paisley yang dimana dirinya sendiri  menjadi pelatih pertama yang dimana berkat dirinya berhasil memenangkan tiga kali gelar Liga Champions Eropa yang berhasil dimenangkan oleh Liverpool 1977,1978,1981.

Hanya ada lima pelatih yang berhasil

Hanya ada lima pelatih yang dimana mereka semua juga pernah memenangkan gelar dari Liga Champions Eropa yang dimenangkannya bersama dua klub yang berbeda. Ottmar Hitzfeld dengan klubnyak Borussia dortmund 1997 & Bayern Muenchen 2001, Ernst Happel dengan klubnya Feyenoord 1970 dan  Hamburger SV 1983, Jose Mourinho  dimana dengan club asuhannya FC Porto 2004 dan Inter Milan 2010, Jupp Heynckes  dengan grupnya Real Madrid 1998 dan juga Bayern Munchen 2013 dan juga Carlo Ancelotti yaitu dengan club asuhannya yaitu AC Milan 2003 & 2007 dan juga Real Madrid 2014.

Tidak ada juara bertahan 

Hingga pada saat ini, dimana di dalam Liga Champions Eropa sendiri yang tidak ada satupun klub yang dimana klub tersebut mampu untuk dapat mempertahankan sebuah gelar Liga Champions Eropa yang ada di dalam dua musim yang beruntun.

Hanya dua klub yang mampu mengangkat trofi

Hingga pada saat ini sendiri dimana dalam  Liga Champions Eropa sendiri yang dimana saat ini hanya ada dua klub yang berhasil dan juga mampu untuk dapat mengangkat trofi juara  Liga Champions Eropa pada saat mereka bermain di negara asal mereka yaitu Dortmund 1997, Juventus 1996.

Lionel Messi mencetak lima gol 

Lionel Messi yang dimana diketahui sebagai salah satu pemain yang sangat terkenal dan juga sangat berbakat dimana Messi sendiri sudah berhasil mencetak lima gol dalam sebuah laga di gelaran Liga Champions Eropa. Messi yang dimana sudah berhasil untuk dapat mencetak gol tersebut yang dimana pada saat Barcelona menumbangkan Bayer Leverkusen yaitu terjadi pada 7 Maret 2012.

Marco Ballotta penjaga gawang paling tua

Marco Ballotta yang dimana dirinya diketahui adalah penjaga gawang yang paling tua yang dimana dirinya sendiri pernah bermain di dalam Liga Champions Eropa yang dimana dirinya pada saat itu membantu Lazio untuk dapat menghadapi Real Madrid yaitu dimana pada edisi 2007/2008, Ballotta sendiri di ketahui adalah seorang penjaga gawang yang dimana dirinya sendiri sudah berusia 43 tahun serta 252 hari.

Francesco Totti pemain tertua 

Francesco Totti yang dimana dirinya tercatat sebagai pemain tertua yang dimana dirinya sendiri pernah mencetak gol yang ada di dalam Liga Champions Eropa, hal itu dimana sudah dilakukan oleh dirinya pada saat mengikuti Liga Champions Eropa pada saat membantu AS Roma yang pada saat itu dirinya berhasil untuk menahan imbang CSK Moskow yang ada di bulan November dimana Totti pada saat itu tepat berusia 38 tahun.

Celestine Babayaro pemain paling muda

Celestine Babayaro yang dimana dirinya sendiri tercatat sebagai salah satu dari pemain Liga Champions Eropa. Dimana pada saat  itu sendiri dirinya baru menginjak usia 16 tahun dan juga dimana dirinya sudah 87 hari ketika menjadi seorang starter untuk sebuah klub RSC Anderlecht yang ada pada 23 November 1994.

Itulah beberapa mitos yang ada dan tercatat di dalam sejarah Liga Champions Eropa yang dimana ajang Liga Champions Eropa sendiri menjadi salah satu ajang dalam perlombaan dari klub bergengsi yang ada di Eropa.  

Tim yang Sering Berpartisipasi dalam Liga Champions

Liga Champions sendiri adalah salah satu pertandingan liga bergengsi yang ada di dunia. Hal tersebut juga yang menyebabkan tim sepakbola berlomba lomba untuk bisa masuk ke dalam liga tersebut. Untuk bermain dalam Liga Champions sendiri menjadi impian dari banyak pemain muda yang berkarir di Eropa turnamen antarklub terbaik yang ada di Eropa itu merupakan club terbaik Eropa menahbiskan klub Eropa mana yang nantinya akan masuk kategori tim terbaik yang ada di Benua Biru. Level dalam persaingan yang hebat dan juga ketat ini, serta banyaknya drama yang sering terjadi, sudah biasa dilihat juga di turnamen yang pada awalnya diberi nama Piala Eropa ini dan dimainkan pertama kalinya pada tahun 1955. Namun kemudian format tersebut berubah pada tahun 1992 menjadi salah satu tontonan yang paling banyak diinginkan fans sepak bola di Eropa.

Tim dalam Liga Champions

Di dalam Liga ini sendiri sudah banyak sekali klub-klub Eropa yang ikut berpartisipasi di dalamnya, dari mereka yang termasuk club pendatang baru hingga club-club lama yang sudah menjadi langganan bermain di dalam Liga Champions ini. Kali ini dalam artikel ini akan membahas beberapa tim yang ikut berpartisipasi dalam Liga Champions seperti berikut :

Chelsea

Chelsea sendiri adalah salah satu club yang sudah 16 kali masuk di dalam Liga Champions Sbobet88 dan club ini sendiri sudah berhasil menjuarainya pada tahun 2012. Chelsea atau club yang biasa di sebut juga dengan sebutan The Blues juga pernah sekali menjadi salah satu runner-up pada liga ini di tahun 2008. Catatan club Chelsea sendiri sama halnya juga dengan beberapa club Eropa lainya juga juga sudah tampil sebanyak 16 kali dalam liga ini, seperti halnya Olympique Lyonnais, PSV Eindhoven, Galatasaray, dan juha Dynamo Kyiv.

AC Milan

Salah satu tim kedua terbaik yang ada di Eropa yaitu AC Milan sendiri dari segi raihan trofi yaitu sebanyak tujuh kali dan juga empat kali menjadi runner up. Namun dalam beberapa dekade terakhir ini AC Milan sndiri tidak lagi menjadi tim yang kuat seperti masa lalu dan malah tim tersebut kesulitan hanya untuk sekedar masuk ke dalam Liga Champions di Serie A. Hal tersebut berdampak juga dari performer tim yang sekarang jauh menurun od bandingan tahun-tahun sebelumnya.

Olympiakos

Yunani sendiri mempunyai sebuah perwakilan dari tim mereka yaitu adalah Olympiakos. Hal ini dapat terjadi karena berkat kecilnya persaingan level club di Yunani, Olympiakos sendiri sering menjadi juara dalam liga dan kemudian beramian dan masuk ke dalam Liga Champions. Mereka sendiri sudah 19 kali berpartisipasi dan juga sudah pernah mencatat permainan terbaik mereka menempati perempat final pada tahun 1999.

Arsenal

Club bola Arsenal ini juga sudah sering masuk kedalam Liga Champions ternyata tim ini sendiri sudah berpartisipasi sebanyak 19 kali dan hingga sekarang Arsenal sendiri belum dapat menjuarai Liga tersebut. Tim yang juga mempunyai nama panggilan sebagai The Gunners tercatat hanya pernah sekali dapat menapaki final dalam liga ini yaitu pada tahun 2006 sebelumnya tim ini juga pernah kalah 1-2 dari tim Barcelona. Tim ini pernah berada dalam era keemasan saat tim ini dihuni oleh Thierry Henry,Patrick Vieira, Dennis Bergkamp,dan juga Sol Campbell pada saat itu pun belum berhasil mengantarkan tim ini [ada kemenangan dalam Liga Champions ke London Utara.

Juventus

Juventus sendiri salah satu club yang sudah terbilang cukup banyak berpartisipasi di dalam liga champions. Tercatat club ini sudah bertanding sebanyak 20 kali namun club ini terbilang sial karena belum dapat meraih juara. Mereka sudah berpartisipasi sebanyak 20 kali di dalamnya dan juga baru meraihnya lagi dua kali pada tahun 1985 dan juga pada tahun 1996. Parahnya lagi mereka hanya menjadi spesialis runner-up dengan juga catatan tujuh kali sebagai runner-up. Penggemar berharap Cristiano Ronaldo sendiri bisa mengakhiri penantian titel Liga Champions Bianconeri dalam tim ini.

Manchester United

Manchester United adalah salah satu klub yang juga cukup sering bermain dalam liga champions, sudah tercatat sebanyak 22 kali tim ini bermain dalam liga tersebut dan baru dapat menjuarainya dua kali, di antaranya adalah pada era Sir Alex Ferguson pada tahun 1999 dan juga di tahun 2008, dan tim ini juga sudah dua kali menjadi seorang runner-up. Semenjak tim ini kehilangan Ferguson karena ia pensiun pada mulai tahun 2013 sendiri Manchester United mengalami penurunan performa dan Man United sendir tak lagi sama dan inkonsisten seperti pada masa keemasannya.

Bayern Munchen

Club yang selalu di bilang sebagai raksasa bavaria ini selalu jadi favorit juara di tiap edisi Liga Champions. Maklum saja Bayern Munchen sendiri mereka kekuatan besar dan juga juara Bundesliga. Bayern Munchen sendiri telah berpartisipasi di dalam liga champions sendiri kurang lebih sebanyak 23 kali, dan tim ini pernah memenangkan sebanyak lima kali terakhir kemenangan sendiri terjadi pada 2013, dan juga lima kali menjadi tim runner-up.

Porto

Porto sendiri adalah klub bersejarah yang ada di Eropa club ini sendiri yang mewakili nama Portugal. Mereka sudah berpartisipasi 23 kali pada Liga Champions dan tim ini pernah dua diantaranya memenangkan juara liga champions di tahun 1987 dan juga pada tahun 2004. Pada tahun 2004 sendiri nama Jose Mourinho menjadi salah satu pemain yang melambung di Eropa yang pada saat itu dengan skuat terbaik yang dimilikinya pada saat itu di Porto. Namun pada sekarang tim ini sendiri sudah banyak sekali menurun performanya.

Barcelona

Barcelona sendiri adalah salah satu klub yang sudah bergabung dan sudah berpartisipasi di dalam liga champions sendiri sudah sebanyak 24 kali. Namun tim ini jauh lebih beruntung dibandingkan dengan madrid karena tim ini tercatat sudah pernah memenangi lima kali dan Liga Champions. Barcelona sendiri tertata setiap kali memasuki final tim ini tiga kali menjadi runner up dan terakhir pada 2015 di era pelatih kepelatihan Luis Enrique.

Real Madrid

Salah satu club yang disebut sebagai raja Eropa karna hingga sekarang ini belum ada yang mampu menyamai ataupun juga melewati catatan dari 13 titel Liga Champions milik Real Madrid. Maka status sebagai Raja Eropa sendiri masih melekat di dalam club ini. El Real sendiri sudah berpartisipasi sebanyak 24 kali dan juga hanya tiga kali menjadi tim runner-up. Empat titel lainya di dalam Liga Champions diraih mereka hanya dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Itulah beberapa club terkenal yang sudah sering berpartisipasi di dalam Liga Champions. Club tersebut sudah banyak berpartisipasi dan juga beberapa kali mencetak kemenangan di dalam Liga Champions, namun ada beberapa tim juga yang hingga kini belum dapat ememnagakan atau menjadi sebuah pemenagan dalam Liga Champiosn tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Terimakasih

Club Bola Ini Pernah Di Prediksi Bakal Juara Liga Champions

Kompetisi pada Liga Champions memang sangat mengasikan untuk kita tonton berjama’ah.sampai saat ini pun para pecinta bola masih banyak tuh yang minat akan piala Liga Champions yang diadakan di Eropa. Pada setiap Liga yang ada, pastinya aka nada beberapa klub yang telah menunjukkan setidaknya sebuah performa buruk dan bisa untuk di katakana tampil dengan sebuah performa di bawah standar klub yang melaju di Liga Champions tersebut. Walau seperti itu ada juga kok beberapa klub yang memiliki sebuah perorma penampilan yang sangat ciamik untuk bisa melaju ke babak selanjutnya dalam meraih sebuah kemenangan nantinya.

Untuk kemarin ini pun, adanya sejumlah klub raksasa asal Eropa yang memang akan menjalani sebuah pertandingan ke 4 yang kemungkinan si akan sangat menarik untuk kalian tonton secara langsung ataupun ulang. Dalam hal ini pun para penggemar sepakbola dunia ini memang dapat mengukur sebuah kinerja yang masing-masing klubnya ini telah di dasari langsung pada sebuah performa mereka masing-masing.

Dalam hal ini pun terdapat banyak sekali pengamat sepakbola yang memang telah memprediksi adanya klub mana yang akan memimpin grup di paruh pertama pada fase grup di Liga Champions pada musim sebelumnya. Nah dari sinilah, kita akan bahas ulang kembali beberapa klub yang dulunya memang telah di prediksi memiliki peluang untuk keluar langsung sebagai juara di Liga Champions pada musim selanjutnya.

Klub Yang Dulu Di Prediksi Akan Menang Liga Champions

# Klub FC Bayern Munchen

Klub ini masuk kedalam Klub B pada liga Champions musim lalu. Bayern Munchen sendiri bermain luar biasa disaat terakhir kalinya mereka pergi ke markasnya Olympiakos. Secara dramatis, tim ini bisa menang dengan keunggulan tipis yakni 3-2. Dalam hal ini, banyak memainkan sebuah pertandingan Grup B yang berada langsung di Stadion Georgios Karaiskaki, dengan Robert Lewandowski benar-beanr menginspirasi adanya kemenangan dari Bayern Munchen. Striker dari Polandia ini berhasil untuk mencetak 2 gol dan 1 golnya telah di sumbangkan oleh pemain pengganti yakni Corentin Tolisso.

Walau disini posisi Bayern sudah menang. Bayern sendiri harus bisa comeback setelah mereka tertinggal untuk lebih dahulu. Disini Olypiakos sendiri telah membuka sebuah keunggulan berkat adanya gol Youssef E-Arabi yakni sebelum Die Roten yang memang membalikkan sebuah kedudukan dengan mencetak sebuah 3 gol berturut-turut.

Dengan adanya sebuah hasil ini, Bayern sendiri juga berhak nantinya atas sebuah puncak klasemen sementara grup yang usai untuk mengantongi Sembilan poin dari adanya 3 pertandingan. Seperti Olympiakos yang berada di urutan terbawah dengan usai baru dalam memperoleh satu poin.

# Klub Paris Saint Germain

Untuk klub ini menduduki posisi grup A. dimulai langsung dari kebangkitan Neymar, klub Paris Saint Germain atau dikenal dengan PSG ini adalah salah satu tim yang harus kalian waspadai pada saat di Liga Champions. Karena, kalau tim ini selalu bisa membuat Neymar pemain andalannya tetap bugar terus menerus maka tidak ada yang bisa dan terhitung sulit untuk menghentikan klub ini untuk tidak bisa terkalahkan di babak grup ini.

Untuk saat ini pun , PSG sendiri sudah menduduki puncak Klasemen Grup A dengan mengambil adanya 9 Poin. Dan mereka berhsil unntuk bisa mengalahkan yang namanya Real Madrid dengan skor yang dimiliki yakni 3-0 di dalam pertandingan pembukaan kala itu. Disinipun mereka memang bisa untuk melanjutkan sebuah trend positif dengan memperoleh sebuah kemenangan 1-0 dari Galatasaray.

Untuk pertandingan terakhir, PSG hantam abis Klub Brugge dengan skor 5-0, dan Kylian berhasil untuk mencetak Hat Trick untuk sebuah Les Parisiens. Untuk laga besar mereka ini anya tersisa pada sebuah penyisihan grup yang saat itu bertanding ke Madrid. Mengingat adanya sebuah penampilan yang memang tidaklah meyakinkan dari sebuah Raksasa Spanyol, dan seharusnya PSG ini yang memang bisa untuk mengambil adanya Poin. Sementara itu laga dalam melawan Galatasaray ini harus bisa diatasi nantinya.

# Klub Manchester City

Untuk klub yang satu ini masuk kedalam Club C. dimana, Man City ini menjadi tim lain yang memanglah amsih tampil sempurna dalam sebuah liga Champions. Disini bisa untuk memenangkan 2 pertandingan pembuyka secara yakin telah menempatkan langsung The Citizens menjadi julukan Man City pada zona yang memang memiliki sebuah hasil yang mengecewakan pada Liga Champions di musim lalu. Disini, Man City memang benar-benar berambisi untuk bisa mempermaluklan tuan rumah dengan skor yang sangat yakin yakni 5-0.

Lawannya sendiri ialah Atlanta yang dimana bisa meraih sebuah keunggulan pertama pada menit ke 28 dari sebuah hasil pinalti Josip Ilicic. Nuntuk Ruslan Malinovskiy ini sendiri juga telah sukses dalam menaklukan Ederson Moraes. Namun, City sendiri juga berhasil mengeksekusi dengan baik. 2 gol secara beruntun diberikan oleh Sergio Aguero pada menit ke 34 dan 38 yang akan memstikan mereka untuk menutup babak pertama dengan posisi 2-1. Setelah adanya jeda, Man City pun semakin menggila dengan adanya cetakan 3 gol beruntun yang akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 5-1.

Dari hasil ini sendiri, City pun masih sempurna di 3 laga pertama dan juga langsung memuncak pada grup C dengan 9 poin. Jika memang semuanya berjalan sesuai sekali dengan rencana, maka mereka pastinya mengharapkan untuk mendapatkan poin dengan maksimal dalam 4 pertandingan tersebut. Tentu saja ini menjadi sebuah pencapaian yang akan mendaratkan Mn City pada finis puncak Grup C.

# Klub Chelsea

Untuk klub satu ini masuk kedalam grup H yang ada pada musim lalu. Chelsea sendiri tampil menjadi kuda hitam yang memang bisa mengejutkan sampai maju pada babak final. Walau sempat kehilangan yang namanya pemain bintang, namun Chelsea sendiri juga masih melanjutkan adanya penampilan cemerlang pada musimnya itu. Karena inilah, seharusnya memang tidak mengejutkan saat mereka semua muncul sebagai seorang pemimpin kelompok mereka dengan mengingat adanya cara pada saat tampil di Liga Champions saat ini.

Chelsea sendiri juga berhasil dalam meraih sebuah kemenangan keduanya pada liga Champions di musim ini dengan The Blues ini mengalahkan langsung Ajax Amsterdam dengan skor 1-0 oleh Gol dari Michy Batshuayi.

Bertandang ke Amsterdam Arena ini , Chelsea diharuskan untuk menunggu sampai pada menit ke 86 untuk bisa menjebol gawang dari Ajax dan Batshuayi sendirilah yang akhirnya menjadi bintang sekaligus pahlawan bagi Chelsea dengan gol tunggalnya ini.

Dari adanya kemenangan ini pun membuat kesebelasan asuhan dari Frank Lampard sementara ini memuncaki Grup H dengan memiliki nilai 6 poin dari adanya 3 laga. Poin ini juga sama seperti poin yang dimiliki oleh si Ajax, akan tetapi de Godenzonen sendiri telah kalah head to head dengan Chelsea. Dan kedua tim ini akhirnya kembali dalam pertemuan di matchday 4 pada Stamford Bridge pada November lalu.

Adakah Yang Tahu Mengenai Fakta Unik Liga Champions Ini ?

Liga Champions yang dimana di sebut sebagai salah satu ajang bola yang juga sangat bergengsi. Dalam hal ini, Fase Grup Liga Champions ini juga sudah bergulir dalam beberapa hari kedepan nantinya. Disini juga bisa meraih sebuah Trofi yakni si kuping besar yang merupakan sebuah Impian dari setiap tim yang memanglah sudah berlaga pada sebuah turnamen bagi para juara. Dan dalam perjalanan menuju final juga masih sangatlah panjang. Dan juga persaingan diantara Klub yang memang akan semakin sulit untuk meraih sebuah gelar juara.

Pada musim lalu, club Liverpool juga sangat keluar sebagai juara setelah adanya menaklukan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 dengan Besar harapan bagi The Reds yang mampu mempertahankan sebuah trofi yang sudah mempertahankan trofi yang memang sudah mereka raih di musim lalu nantinya.

Lalu, dari sini kalian bisa lihat beberapa fakta yang sebenarnya terjadi di Liga Champions tahun 2019 – 2020 yang belum banyak di ketahui oleh para pecinta sepak bola ini.

FAKTA-FAKTA DALAM LIGA CHAMPIONS 2019 DAN 2020

# Fakta Ke Satu

Adanya sebuah Aturan Pada Gol Tandang

Adanya sebuah club bola dengan nama club Chelsea, lalu juga Manchester City, dan juga bahkan Manchester United juga pernah merasakan sakitnya untuk bisa tersingkirkan dari sebuah fase pada gugurnya Liga Champions yang dimana hal ini juga di karenakan aturan Gol Tandang. Untuk aturan ini terkesan tidak adil dikarenakan memberikan sebuah kemenangan bagi tim yang memang bisa untuk mencetak pada gol di kandang lawan.

Mengenai asal muasal aturan ini juga di buat karena adanya tim yang memanglah bertandang ke kandang lawan yang memang harus di lalui dalam perjalanan yang cukuplah jauh. Belum lagi juga setiap tim ini membutuhkan adanya biaya yang tidaklah sedikit untuk bertandang kekandang lawan. Yang dinamakan sekarang dengan teknologi pada transportasi pada sudah berkembang yang sangat pesat. Dan di setiap tim dapat melakukan sebuah penerbangan langsung ke kota yang memang mereka tuju nantinya.

UEFA sendiri juga membahas pada kemungkinan untuk bisa menghapus aturan gol tandang pada musim ini. namun, pada sebuah aturannya juga masih dalam kajian UEFA.

# Fakta Ke Dua

Adanya sebuah Aturan 12 Pemain Cadangan

Di setiap club yang bisa memasukan adanya 12 pemain ke dalam bangku cadangan pada tim tersebut. Dan dari ini Manajer Klub juga bisa mendapatkan adanya banyak pilihan untuk bisa melakukan adanya pergantian pemain nantinya. Penerapan adanya 12 pemain dengan cadangan di Liga Champions yang memang sebenarnya juga sudah di lakukan saat final Liga Champions untuk bisa mempertemukan adanya Liverpool dan juga Tottenham Hotspur. Dan ini menjadi aturan yang akan dilanjutkan kepada Liga Champions musim ini.

Pada fase grup ini pun nantinya, di setiap klub juga hanyalah dapat melakukan sebuah tiga pergantian saja. Namun, dalam hal ini ada pada fase gugur, yang di setiap klub bisa melakukan sebuah pergantian ke empat disaat memasuki adanya tambahan waktu.

# Fakta Ke Tiga

Adanya Aturan Baru Yang Di Buat Oleh FIFA

Dalam hal ini juga memiliki sebuah banyak aturan yang memang sudah bisa di terapkan pada sejak Piala Dunia Wanita di tahun 2019. Dan juga kini adanya sebuah aturan tersebut yang memang sudah bisa di terapkan pada beberapa kompetisi yang memanglah telah tergulir.

FIFA sendiri juga sudah merilis adanya beberapa aturan baru di dalam sebuah pertandingan sejak Juni tahun 2019. Dan di bberapa aturan baru ini juga wajib sekali untuk di lakukan oelh seluruh pemain yang bertandingan.

Tim ini memang mengambil sebuah eksekusi yakni pada sebuah tendangan bebas, lalu adanya seorang pemain yang tidaklah boleh untuk mengganggu dan juga harus sejauh satu meter yang ada di pagar betis lawan. Dan disini juga Kiper yang tidak harus melakukan tendangan gawang ataupun juga sangat bebas dari adanya kotak penalty agar nantinya bola di anggap masih dalam sebuah permainan. Dan gol ini juga nantinya akan dianulis lagi jika langsung mengenai tangan. Baik itu di sengaja ataupun tidak di sengaja.

# Fakta Ke Empat

Adanya Klub Debut Di Liga Champions

Dalam Liga Champions ataupun dalam UEFA ini juga memiliki sebuah fakta mengenai adanya Klub Debut di liga Champions ini. disini ada beberapa klub baru yang memang akan bersaing di Liga Champions Musim ini. dan dari Italia adanya Atalanta yang memang baru pertama kali mengadakan partisipasi di Liga Champions Musim ini. dan untuk Atlanta yang akan tergabung di Grup C bersamaan dengan Manchester City, yakni Shakthar Donetsk dan juga Dinamo Zagreb.

# Fakta Ke Lima

Adanya Venue Final

Dalam hal ini adanya sebuah Final Liga Champions musim ini yang nantinya akan di gelar di stadion Olimpiade Ataturk, kota Istanbul. Dan Stadion ini juga merupakan sebagai tempat yang bersejarah bagi Liverpool.

Dn Liverpool ini juga bisa meraih gelar ke Lima pada Liga Champions pada tahun 2005 yang saat ini juga sudah menaklukan AC Milan setelah tertinggal pada 3 gol di babak pertama. Disini pun adanya Steven Gerrad cs yang mampu sudah menyamakan keadaan sebelum 90 menit berakhir. Dan pada laga tersebut ini juga bisa dilanjutkan ke babak tambahan. Namun, hal ini tidak adanya satu gol yang langsung terjadi pada babak tambahan. Dan terdapat Liverpool keluar sebagai juara yang lewat adu penalty.

Selain daripada itu, ada juga beberapa fakta lainnya yang memang masih masuk kedalam liga Champions.

Fakta Menarik Dalam 16 Besar Liga Champions

  • Adanya Lionel Messi, yakni sebagai kapten Barcelona menjadi pemain yang sangat tajam pada fase 16 besar Liga Champions di sepanjang masa dengan catatan dari 26 gol yang ada. Dan hal ini diatas dari Christiano Ronaldo dengan 23 gol dan untuk Thomas Muller dengan 12 gol.
  • Bayern bertemu lagi dengan Chelsea setelah aanya final Liga Champions tahun 2011 sampai 2012. Yang masa itu Chelsea sendiri telah menjadi juara Via drama dengan adanya pengaduan penalty dengan sebuah skor 4 sampai 3 setelah adanya laga yang berakhir dengan skor imbang 1 banding 1.
  • Terdapat 4 klub baru yang pertama kali bentrok. Diantaranya Atalanta pada tim debutan Liga Champions yang memang belum pernah untuk melawan Valencia. Dan disini juga demikian dari klub Tottenham Hotspur dari arahan Jose Mourinho dengan RB Leipzig.
  • Aanya Kontestan di 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya sendiri juga berasal dari adanya 5 liga top Eropa seperti Inggris yakni 4 Tim, ada juga Spanyol 4 tim, adanya Italia yakni 3 tim. Lalu Jerman adanya 3 tim, dan tentunya dari Perancis yakni 2 tim.

Tak Ada Arsenal, Club’ Ini Libas Liga Champions

Permainan sepak bola tak akan pernah jauh dari kata Club sepak bolanya, strategi permainannya, keunggulan dari tim tersebut, pemain cadangan, aturan pada permainannya, karakteristik pemainnya serta yang paling penting ialah ajang kejuaraan ya yang selalu di tunggu-tunggu oleh semua orang yang ada di dunia ini. Dari masa ke masa, perkembangan sepak bola ini terus maju dan melahirkan beberapa tim ternama dari tiap-tiap negaranya itu. Makannya, ajang yang paling terkenal mengenai sepak bola itu yakni ajang Piala Dunia. Karena, mempertaruhkan nama baik dari negara tersebut. Selain itu, piala bergengsi seperti UEFA Champions league atau UCL ,dan akrab di mata Indonesia dengan Liga Champions Eropa, menjadi ajang pertandingan yang paling bergengsi selanjutnya.
Dimana, banyak sekali club-club ternama dari Eropa yang ikut serta dalam liga ini. Misalnya saja seperti Club asal Inggris yang banyak mengikuti Liga Champions Eropa ini.


Mungkin kalian hanya mengetahui Arsenal saja yang sering mengikuti ajang Liga Champions Eropa ini. Namun sebenarnya, tanpa adanya Arsenal pun, beberapa club Inggris ini ,mampu menorehkan nama baiknya di ajang bergengsi UEFA atau Liga Champions Eropa yang hadir beberapa tahun sekali ini. Sudah banyak ko para pecinta sepak bola bahwasannya club Inggris ini banyak sekali yang ingin mendapatkan title UCL ini. Namun, jika dilihat dari catatan sejarahnya, baru tercatat beberapa club saja dari liga Inggris ini yang bisa menjuarai UCL ini. Nah, siapakah diantara club-club ini yang berhasil menorehkan nama di Liga Champions Eropa sbobet88 ini ? .. mari simak lebih detail mengenai club nya itu.

Liga Inggris Yang Menorehkan Prestasi Di Ajang UEFA / UCL

# Club Chelsea

Melihat pro kontra dari para Fansnya, Club asal Inggris ini ternyata berhasil untuk bisa menjuarai UEFA Champions League yakni UCL 1 kali pada tahun 2011 hingga 2012. Dimana, pada masa itu Chelsea masih di didik oleh pelatih yang memiliki nama Roberto De Matteo, yang berasal dari Italia. Dengan status yang dimilikinya ialah ” Caretaker ” yang menggantikan pelatih asal Spanyol, Andre Villas Boas. Pada saat mencapai 16 besar, banyak sudah orang-orang meragukan Chelsea untuk bisa masuk ke fase berikutnya. Hal ini dikarenakan, pada leg 1 tim ini telah dikalahkan oleh Napoli dengan skor 3-1. Dan lansung saja, keraguan dari semua orang ini dibantahkan oleh Chelsea. Karena, tim ini bisa untuk mengalahkan Napoli dengan cara adu Pinalti. Setelah sebelumnya memenangkan 1-4 di waktu yang Normal. Dan senuanya lansung terpatahkan ketika tim ini menjuarai langsung UEFA Champions League (UCL) di depan publik Allianz Arena yang merupakan kandang dari Bayern Munchen juga. Yang menjadi serunya ialah, sekaligus menjadi lawan dari Chelsea. Dimana menang kembali dengan cara adu Pinalti pada pertandingan sebelumnya hasil imbang dengan skor 1-1. ( Wah ini si ibarat pepatah 1,2 kali mendayung… 2 pulau sudah bisa terlewati wkwkwk ) beruntungnya tim yang satu ini.

# Club Aston Vila

Mungkin sebelumnya sudah Mimin bahas mengenai club ini yang telah menjuarai Liga Champions Eropa pada artikel sebelumnya. Dan disini mimin akan bahas lagi nih sedikitnya dari tim Aston Via ini . Club ini bertempatkan di Villa Park, West Midlands. Dimana waktu itu berhasil untuk menjuarai UEFA Champions League di tahun 1981 hingga 1982. Kemenangan nya ini berhasil untuk mengalahkan wakil Jerman, yaknin Bayern Munchen dengan skornya 1 – 0. Partai final ini, dicetak langsung oleh Peter White.
Karir dari sang pencetak gol ini harus terhentikan. Dikarenakan, sang pemain mengadakan Pensiun. Namun, tidak membuat karirnya surut di tengah jalan. Melainkan, Peter White ini sendiri telah menjadi seorang pelatih sepak bola. Dan yang menjadi kebanggaan ialah, dirinya telah dinyatakan sebagai seorang pelatih Timnas Indonesia di tahun 2004 sampai tahun 2007 silam. 3 tahun lamanya, dirinya membantu timnas Indonesia menjadi suatu tim yang bagus lagi.

# Club Nottingham Forest

Pecinta sepak bola ( Football Lovers ) yang masih milenial, tidak akan mudah mengenali club’ sepak bola yang satu ini. Bertempatkan di City Ground, West Bridgford. Nyatanya, tim Nottingham ini pernah mendapati julukan dengan ” Raja Eropa “. Dimana terjadi di 2 musim. Yaitu tahun 1978 hingga 1979, serta tahun 1978 sampai 1980.
Di musim yang pertama, club ini pernah mengalahkan wakil dari Swedia. Yakni tim Malmo FF di Final dengan skor yang di miliki adalah 1-0. Gol semata wayang ini berhasil dicetak oleh pemain tengah, yakni Trevor Perancis. Nah, untuk musim keduanya barulah tim ini langsung di Nobatkan menjadi salah satu Tim yang berhasil untuk menjuarai UEFA Champions League ( UCL )secara beruntun. Kalau tadi yang terkalahkan ialah Malmo, maka untuk musim kedua yang terkalahkan langsung yakni Hamburg SV untuk skor 1-0 oleh John Robetson.

# Club Manchester United

Club ini menjadi salah satu tim club yang paling populer di seluruh kalangan yang ada. Baik pecinta sepak bola atau juga Non Pecinta sepak bola, tahu akan kehadiran tim yang satu ini. Dimana, tim ini pernah menjuarai UEFA Champions League di tahun 1967-1968, 1998-199, dan juga tahun 2007 hingga 2008 silam. Pertandingan yang di langsungkan tim ini ada yang menjadi pertandingan paling fenomenal. Pasalnya, lagi-lagi Bayern Munchen harus tersingkirkan oleh tim ini pada tahun 1998 – 1999 di Barcelona.
MU atau Manchester United kala itu masih di bawah pengawasan langsung oleh Sir Alex Ferguson yang sudah tertinggal 0-1 lewat gol dari Mario Baster sampai ke menit 90. Dan detik-detik Injury Time inilah , MU mampu membalikan sikon dimana dengan unggul 2-1 lewat gol dari Teddy Sherigham dan juga Ole Gunnar Solskjaer. Menjuarai UEFA yang menjadi Trofi ke tiga bagi Tim Inggris ini.

# Club Liverpool

Sepanjang sejarah UEFA Champions League , tim ini dinobatkan menjadi salah satu tim dengan pemegang Trofi terbanyak di antara Club Inggris lainnya. Kurang lebih 5 kali, Liverpool memenangkan kejuaraan ini . Dari tahun ’76 – ’77, lalu ’78, 1980 hingga 1981, ’83 – ’84, dan terakhir tahun 2004 hingga 2005. Dan ditahun terkahir inilah yang diadakan langsung di Istanbul, menjadi ajang pertandingan yang mungkin tidak akan pernah dilupakan oleh tim ini.
Dimana waktu itu posisinya Liverpool sudah tertinggal 3-0 dari AC Milan melalui gol cepat yang dicetak oleh Paolo Maldini dan juga Brave Hernan Crespi. Setelah ada istirahat, tim ini kemudian bangkit dengan cetakan gol dari Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan juga Xabi Alonso dengan kedudukan akhirnya seimbang 3-3. Mau tidak mau, terdapat babak tambahan yang dimana babak ini ialah babak Pinalti. Yang langsung di menangkan oleh Liverpool skornya 2-3 dan melengkapi tropi menjadi 5 kali memenangkan UEFA Champions League ini.

Pernah Dengar Club Ini Juara Dalam UEFA Champions ?

Tahukah kalian dengan UEFA Champions ? dimana ini merupakan ajang bergengsi pada pertandingan sepak bola yang ada di dunia. Ajang ini akan muncul biasanya bagi sepak bola Eropa. UEFA atau liga negara ini yang berarti sebuah kompetisi sepak bola yang bergengsi dengan menampilkan pertandingan antar tim Nasional senior dari negara-negara yang masuk kedlam anggota UEFA. Terdengar kabar bahwasannya UEFA yang akan digelar tahun 2021 nanti ini akan digantikan namanya menjadi Liga Konferensi Eropa yang dilansir dari sebuah media bahwasannya pernyataan ini resmi dikonfirmasikan oleh Presiden UEFA Aleksander Caferin. Selain daripada itu, tim-tim yang bertanding pun akan semakin banyak lagi di tahun 2021 nanti.

UEFA Champions ini sendiri untuk pertama kalinya dicetuskan oleh salah satu majalah olahraga asal dari Perancis dengan nama awalnya adalah Europan Champion’s Club Cup di tahun 1955-1956. Hingga saat ini telah berganti menjadi UEFA Champions League yang menjadi salah satu ajang turnamen sepak bola ternama di dunia.

Di tahun 1992-1993 sendiri, untuk format turnamen dari ajang ini pun sempat berubah, sampai sekarang ini kita kenal dengan UEFA Champions League. Dan tanggal 27 Mei 2018 lalu , digelarlah ajang ini dengan memiliki 2 finalis atas nama tim Real Madrid dengan Tim Liverpool. Dalam hal ini pun tak luput kalian akan mendukung tim-tim Eropa seperti tim Barcelona ( Barca ), Real Madrid, atau juga Bayern Munchen yang notabennya nama tim tersebut sudah banyak di kenal oleh masyarakat luas di luaran sana. Namun, pada pembahasan kita ini mencakup pada tim-tim yang asing terdengar di telinga kalian masing masing, namun sudah pernah mendapatkan gelar Champion League ini loh ternyata. Coba deh kalian cek, kira-kira timnya ini kalian kenali atau tidak yah ?

Pernah Mendapat Gelar Champions League Namun Sirna Ketenaran Timnya

# Sepak Bola Celtic FC

Dimana untuk club bola ini sendiri merupakan asal dari Skotlandia, yang prnah bertanding dalam Liga Utama Skotlandia. Julukan resmi yang diberikan untuk tim ini ialah The Bhoys.

Nama Lengkap Club : The Celitic Football Club

Berdirinya Tim : 1888

Stadion : terletak di Celtic Park, dengan kapasitas stadion sendiri mencakup 60,832 jiwa.

Diketuai : Ian Bankier

Manajernya : Neil Lennon

Nama ini mungkin akan sedikit asing di telinga kalian semua, namun tim sepeak bola ini pernah unggul loh dari tim lainnya dalam menjuarai liga Champions ini. dimana hal ini terbukti benar adanya di tahun 1967 an, Club Celtic ini sendiri menjadi tim Britania yang murni untuk pertama kalinya bisa memenangi Piala Eropa. Dengan sebelumnya jika dilihat dari bebagai macam sejarah sepak bola ini belum ada satupun untuk club di Eropa Utara yang pernah untuk memenangi turnamen ini. biasanya untuk kemenangan selalu di menangi oleh Itali, Portugal dan juga Spanyol. Celtic ini sendiri juga sudah memenangi setiap adanya kompetisi yang sering sekali mereka ikuti pada musim Liga Skotlandia, Piala Scottish FA, Piala Liga Skotlandia, Piala Eropa serta Piala Glasglow.

# Sepak Bola Feyenoord Rotterdam

Dimaan club ini juga adalah club lama yang pernah mendapatkan kesempatan untuk bisa menjuarai Liga Champions ini.

Nama Lengkap Club : Feyenoord Rotterdam

Berdirinya Tim : 19 Juli 1908, dengan julukan untuk pertama kalinya yakni De Club Van Het Volk. Dimana mengartikan bahwa club ini milik dari semua orang.

Stadion : Feijenoord Rotterdam dengan kapasitas penampungannya cukup untuk 51.177 jiwa.

Diketuai : Dick Van Well

Manajernya : Fred Rutten.

Untuk tim sepak bola ini merupakan salah satu tim liga belanda yang dimana sering sekali mendapatkan sebuah prestasi Eropa dengan menjadi juara dalam liga Piala UEFA kurang lebihy 2 kali kemenangan tim ini bisa raih. Namun untuk saat ini, kehebatan yang dimiliki oleh tim Feyenoord ini telah tersaingi dengan tim lainnya bernama Az Alkmaar yang sudah mulai stabil di papan atas liga utama Belanda. Untuk terakhir kalinya di posisi 7 klasemen terakhir yang dimiliki oleh Feyenoord terjadi di tahun 2006 sampe 2007.

# Sepak Bola Nottingham Forest

Untuk tim sepak bola ini biasa sekali kalian kenal dengan nama Forest saja. Kurang lebih untuk timnya sendiri berusia lebih dari 150 tahun.

Nama Lengkapnya : Nottingham Forest FC

Berdirinya : terhitung sejak tahun 1865 silam.

Julukan yang diberikan : tim ini sering mendapatkan julukan sebagai Forest, The Forest, NFFC dll.

Stadionnya : terletak di City Ground dengan kapasitas penampungannya kurang lebih 30,602 jiwa.

Diketuai : Oleh Omar Al-Hasawi

Manajernya : Billy Davies.

Untuk club sepak bola ini sendiri sudah pernah memenangkan pertandingan di liga Eropa. Piala FA pun diraihnya tahun 1898 dan 1959, yang sukses terus dibawah naungan dari Brian Clough. Dimana dalam hal ini, tim kesebelasnya merupakan satu-satunya tim yang bisa memenangkan gelar Liga Inggris yang masih berdivisi pertama kalinya

Club ini sendiri adlah club terakhir yang bermain di liga Primer tahun 1999 san menjadi satu-satunya mantan juara Club Eropa yang tidak bermain di liga papan atas domestik. Dan di tahun 1980 an , tim ini juga sempat menjadi finalis Piala Interkontinental.

# Sepak Bola Aston Villa

Untuk nama tim sepak bola ini mungkin tidak akan asing seperti sepak bola yang sebelumnya kita beritahukan yah gengs. Tim ini sudah sering mengikuti berbagai ajang pertandingan yang ada.

Nama Lengkapnya : Aston Villa Football Club

Didirikannya : sejak tahun 1874 tanggal 21 November

Julukan Timnya : Villans, The Villa , The Lions, Blue Army dengan singkatannya AVFC.

Untuk Stadionnya : terletaklah di Villa Park dengan kapasitas yang diberikan stadion ini sebesar 42,785 jiwa.

Diketuai : Oleh Nassef Sawiris

Pelatih Timnya : Dean Smith

Untuk Aston Villa sendiri merupakan pemain yang resminya bermain pada Liga Utama Inggris dan juga merupakan salah satu club pendiri Liga Sepak Bola yakni Football League di tahun 1888 dan di liga Utama tahun 1992. Dimana Aston Villa ini sendiri adalah club tertua yang berada di Inggris serta club tersukses di Inggris sana.

Masa-masa tersulit pun pernah dialami oleh tim ini, dimana timnya harus meng degradasikan ke divisi Tiga tahun 1971. Selepas 10 tahun berlalu, dan Ron Saunders menjadi Mnajer tim, Aston Villa baru bangkit dan bisa mengambil gelar juara Liga Musim berikutnya di tahun 1982 langsung dari naungan Tony Barton dengan menjuarai Liga Piala Championship Uefa dengan mengalahkan tim sepak bola bernama Bayern Munchen dengan kedudukan 1-0 dari tim Aston Villa.

Itulah sedikitnya tim sepak bola lawas yang menuarai liga Eropa namun tidak pernah kalian sadari sebelumnya.

Jangankan Liga Europa, Liga Champions Saja Mereka Kalah!!

Jika di dunia perfilman ada yang mengenai Piala Oscar, maka dalam ajang pertandingan Sepak Bola ada juga yang namanya Ajang Liga Champions yang bisa dibagi menjadi beberapa ajang. Ada yang ajang Europa, ada juga ajang Liga Italia, ada Liga Jerman,.. dan di Indonesia sendiri ada ajang Piala Presiden. Dari sekian banyaknya ajang, yang sangat mendunia dan ditunggu-tunggu dari setiap negara yang ada yakni ajang Piala Dunia. Dimana dari tiap-tiap negara bsia mengirimkan perwakilan sepak bola yang mengikuti kompetisi bergengsi ini. dari adanya ajang-ajang liga Champions ini juga menghadirkan berbagai macam tim sepak bola yang ada. Menurut mimin nih dari semua ajang yang ada, hanyalah Liga Eropa, Liga Champion, dan juga Piala Dunia yang menjadi pusat dan Uforia yang dihadirkan juga sangat amat meriah. Jadi, tak heran jika lebih banyak diminati oleh seluruh orang di banding dengan liga yang lainnya (Bukan berarti liga yang lain jelek ya gengs, hanya saja pertandingannya lebih bergengsi yang sudah mimin sebutkan barusan ).

Walau banyak diikuti oleh tim sepak bola yang handal-handal dari berbagai macam club dan juga negara yang ada. Ternyata masih ada loh club bola terbesar yang dimana belum pernah merasakan yang namanya juara dalam ajang liga Champions yang ada. Bagaimana ajang Europa kalau di Champions saja masih kalah terus menerus. Dalam liga Champions yang dilancir dari salah satu sumber media yang ada, menyatakan bahwasannya Real Madrid menjadi club yang paling banyak mengkoleksi  gelar liga Champions dengan 13 kali menjuarai. Yang selanjutnya diikuti oleh Baywern Munchen, Liverpool, serta Barcelona.

Club Yang Jarang Sekali Menang Liga Bergengsi

# Club AS ROMA

Dimana club ini sudah sangat terkenal sekali bagi kalian para pecinta sepak bola atau Football Lovers dimanapun kalian berada. AS Roma ini sendiri masuk kedalam daftaran club sepak bola yang jarang bahkan hampir tidak pernah menjuarai Liga Champions yang ada. Ketika sebelumnya berganti sebuah format ke Champions Leagues, AS Roma sendiri memang sudah pernah menjajal yang namanya laga Final European Cup tahun 1984 silam.

Namun, semenjak club ini masuk ke dalam UEFA dan memutuskan untuk berganti sebuah format di dalam kompetisinya, club yang berasal langsungd ari ibukota Italia ini pun amsih saja gagal untuk bisa menebus yang namanya babak final. Walau dulunya pernah di perkuat dengan adanya Giallorossi dengan pemain-pemain handal seperti Francesco Totti sampai ke Gabriel Batistuta pun masih saja gagal dalam meraih ajang bergengsi yang satu ini.

Walau begitu, club ini pun pernah mendapati sebuah pencapaian dikala menuju semifinal untuk edisi 2017 sampai 2018 lalu, yang rela juga mengakui keunggulan Liverpool dengan agregat 5 – 2.

# Club PSG

Selanjutnya masuk ke tim yang notabennya bisa dikatakan tim bagus, namun bisa dikatakan jelek seklai dalam bertanding untuk memperebutkan sebuah liga bergengsi seperti liga champions. Hal ini terhitung semenjak adanya Nasser Al- Khelafi yang mengambil alih akan adanya Paris Saint , Germain di tahun 2011 silam yang dimana, dirinya itu lantas saja langsung merubah yang namanya Les Parisiens sebagai salah satu klub yang patut untuk diwaspadai dilantarkan bisa untuk mendtangkan  pemain-pemain bintang ke Parc Des Princes.

PSG sendiri sudah berani mengeluarkan dana sebesar 358 juta pround demi membeli Neymar beserta Kylian Mbappe. Yang ternyata tidak bisa mengangkat tim PSG masuk ke babak finasl dalam liga Champions yang ada. Tahun 2018-2019 menjadi salah satu bukti bahwasannya squad dari Thomas Tuchel harus rela tersingkirkan di ababk 16 besar, usai dikalahkannya oleh MU. Dimana yang membuat sedih ialah, saat sudah unggul diawal, dah harus tumbang diakhir dengan skor 1-3.

# Club Sporting CP

Ada yang kenal dengan tim ayng 1 ini ? dimana peranan dalam liga champions ini gagal diraih oleh tim ini secara terus menerus. Dimana bahwa tim ini sendiri sering menggangu Porto, serta Benfica pada liga domestik dalam memperebutkan yang namanya gelar juara. Walau seperti itu, Loes juga tidak begitu mendapatkan sebuah nasib yang baik ketika harus memainakn yang namanya ajang liga Champions. Untuk catatan terbaikd ari adanya klub yang bermarkasan di Estadio Jose Alvalade adalah menembus adanya babak 16 besar saja pada waktu itu, dan benar saja, statan ini menjadi salahs atu catatan bersejarah yang sangat mengecewakan jika dibandingkan dengan adanya Porto yang pernah membantu dalam mengangkat trofi si kuping besar tahun 2004 silam.

# Club Tottenham Hotpsur

Club atau tim sepak bola yang lebih akrab di panggil dengan nama Tottenham ini ternyata juga tidak pernah mendapatkan kemenangan didalam liga champions yang ada. Namun, hanya berhasil dalam menembus babak semifinal di liga champions saja. Hal ini didukung pada saat Tottenham Hotspur asuhan langsung dari Muricio Pochettino di tahun 2018-2019 di liga Champions tersebut. walau begitu, melihat dari adanya kondisi saat ini pun Spurs yeng telah tertinggal dari 0-1 oelh lawanya, yakni Ajax Amsterdam yang saat memainkan leg untuk pertama kalinya di hadapan Supporternya sendiri ini memiliki potensi gagal dalam menuju laga final di sepanjang sejarah klub yang ada. Cukup buruk yah guys.

# Club Manchester City

Selanjutnya club ternama seperti Manchester City pun saja masih mengalami kegagalan di dalam meraih liga Champions yang ada. Dimana Manchester City ini sendiri selalu bergelut dengan Manchester United yang notabennya merupakan musuh di dalam setiap pertandingan yang ada. Untuk nasib yang dimiliki oleh Mnachester City ini, sama seperti nasibnya dari PSG yakni Paris Saint Germain ketika sedang menjalani sebuah kompetisi Liga Champions yang ada.

Seperti yang sduah diketahui sebelumnya, setiap musimnya yakni The Citizens yang dimana selalu mengeluarkan adanya dana besar dalam sebuah bursa transfer untuk bisa menguatkan komposi Squadnya dan juga bahkan kini Pep Guardiola yang ditunjuk langsung sebagai pelatih utama yang membuat suatu mabisi di Manchester City untuk terus merebut gelar juara Champions yang semakin lama semakin besar lagi.

Yang membuatnya prihatin adalah ketika Guardiola di Mnachester City tahun 2016 silam pun , pelatih yang memiliki kepala plontos ( Botak = tidak memiliki rambut penuh ) masih saja gagal terus menerus untuk membawa club besarnya tersebut menang untuk dalam liga champions yang ada.

Itu tadi adalah beberapa bagian club atau tim sepak bola yang notabennya club-club besar, namun masih saja gagal untuk bisa mendapatkan piala bergengsi sebesar liga Champions ini harus musnah. Entah  karena pemainnya, karena strateginya, atau karena kurangnya konsistensi dari tiap pemain yang membuat jadinya tim tim ini susah untuk mendapatkan kemenangan dalam liga besar yang ada.